Jumat, 17 Mei 2013

KARYA TULIS : KEINDAHAN DAN KEUNIKAN TARI BARONG BALI



KEINDAHAN DAN KEUNIKAN TARI BARONG BALI



BAB I 
PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah
Tari Barong adalah suatu tarian khas Bali yang memiliki suatu jalan cerita dan kemistisan jalan cerita yang sangat kental . Dan memiliki makna bahwa kebaikan akan menang melawan keburukan.Tari Brong merupakan tarian yang ditarikan oleh dua orang penari laki-laki, seorang memainkan bagian kepala Barong serta kaki depan, dan seorang lagi memainkan bagian kaki belakang dan ekor. Barong yang berbentuk binatang mitologi ini, banyak sekali macamnya. Tarian ini merupakan peninggalan kebudayaan pra Hindu yang menggunakan boneka berwujud binatang berkaki empat atau manusia purba yang memiliki kekuatan magic. Kata Barong berasal dari kata Bahrwang atau diartikan beruang, seekor binatang mitologi yang memiliki kekuatan gaib, dianggap sebagai pelindung.
Pertunjukkan Tari Barong ini tempatnya di Kota Gianyar, Kab. Gianyar, Kec. Sukowati di desa Batubulan selama 60 menit dan tiketnya seharga Rp 80.000,00
Kami menyaksikan Tari Barong pada hari Minggu pagi tanggal 24 Maret 2013 mulai pukul 08.00 – 10.00 WITA waktu Pulau Dewata Bali.
Tari Barong ini memiliki makna bahwa kebaikan itu pasti akan menang dalam melawan kejahatan.


1.2Rumusan Masalah
1.2.1        Apa yang dimaksud Tari Barong itu?
1.2.2        Bagaimana sejarah dari Tari Barong?
1.2.3        Bagaimana alur cerita dalam pertunjukkan Tari Barong?
1.2.4        Apa saja macam-macam dari Tari Barong?

1.3Tujuan Penelitian
1.3.1        Untuk mengetahui yang dimaksud dari Tari Barong.
1.3.2        Untuk mengetahui sejarah dari Tari Barong.
1.3.3        Untuk mengetahui alur cerita dalam pertunjukkan Tari Barong.
1.3.4        Untuk mengetahui macam-macam dari Tari Barong.

1.4Manfaat Penelitian
Penelitian ini memiliki manfaat sebagai berikut:
1.4.1Bagi penyusun, penelitian ini dapat dijadikan acuan bahwa Tari Barong berfungsi sebagai sarana informatif, edukatif, dan rekreatif. Dan juga sebagai sarana untuk menyosialisasikan kesenian Tari Barong kepada semua orang, bahwa dalam Tari Barong juga terkandung nilai – nilai kehidupan, akan tetapi juga sarat akan  nilai – nilai mistis di dalamnya.
1.4.2 Bagi pembaca, dengan adanya karya tulis ini dapat membantu para pembaca untuk dijadikan sebagai paduan, karena dalam karya tulis ini sudah mencakup pengertian, sejarah, alur, dan macam – macam dalam Tari Barong. Selain itu, dengan bantuan karya tulis ini akan membantu pembaca menemukan hal – hal menarikTari Barong dalam bentuk tertulis.
  

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Tari Barong
Tari barong yaitu tarian khas Bali yang berasal dari Khazanah Kebudayaan Pra- Hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong, yaitu: penari dengan kostum binatang berkaki empat, sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda yaitu: sosok menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya.
            Ada beberapa jenis Tari Barong yang biasa ditampilkan di Pulau Bali, di antaranya Barong Ket, Barong Bangkal (babi), Barong Gajah, Barong Asu, Barong Brutu, serta barong-barongan. Namun, diantara jenis-jenis Barong tersebut yang paling sering menjadi suguhan wisata adalah Barong Ket atau Keket yang memiliki kostum Barong Ket umumnya menggambarkan perpaduan antara Singa, Harimau dan Lembu. Dibadannya dihiasi dengan ornamen dari kulit potongan-potongan kaca cermin, dan juga dilengkapi bulu-bulu dari serat daun pandang. Barong ini dimainkan oleh 2 orang penari atau juru jaluk atau juru bapang. Satu penari mengambil posisi di depan memeainkan gerak kepaka dan kaki depan Barong, sementara penari kedua berada dengan Barongsai yang biasa dipertunjukkan oleh masyarakat Cina. Cerita pertarungan antara Barong dan Rangda yang dilengkapi oleh tokoh-tokoh lain seperti Kera atau Sahabat Barong, Dewi Kunti, Sadewa atau anak Dewi Kunti, serta para pengikut Rangda.
            Keistimewaan Tari Barong terletak pada unsur-unsur komedi dan unsur-unsur mitologis yang membentuk seni pertunjukan yang terletak pada sumber cerita yang berasal dari tradisi Pra-Hindu yang menyakini Barong sebagai hewan mitologis yang menjadi pelindung kebaikan. Selain itu juga nampak kostum yang terbuat dari kayu yang dianggap angker. Hal ini membuat barong disakralkan oleh masyarakat Bali. Tari barong seringkali diselingi dengan tari keris, dimana para penari menusukkan keris ke tubuh masing-masing layaknya pertunjukan debus.
            Wisatawan memperoleh panduan cerita pementasan dalam bentuk cetak dengan berbagai pilihan bahasa antara lain: b.inggris,Indonesia,Perancis,Italia,Jepang dan Mandarin.



2.2 Sejarah Tari Barong
Ada banyak versi tentang sejarah barong di Bali. Namun, maknanya tetap sama, "kebersamaan". Diantaranya, adalah sebagai berikut :
2.2.1 Wujud Sakral Barong
Ada yang mengisahkan, barong bermula dari pertarungan dua bangsawan sakti dari Bali dan Blambangan. Mereka, Minak Bedewang dan Alit Sawung. Tanpa penyebab jelas, keduanya terlibat pertarungan hebat. Mereka bertarung tanpa henti hingga jangka waktu lama. Tak satu pun yang terluka. Masing-masing menggunakan wujud sakti yang mengerikan, seekor harimau besar dan burung garuda. Dua perwujudan ini bertarung dahsyat. Suaranya menggelegar persis halilintar. Meski saling serang, kedua kesatria itu tetap sama kuatnya. Hingga munculah suara aneh dari langit. Suara tanpa rupa itu mengingatkan agar menghentikan pertempuran. Keduanya diminta berdamai. Akhirnya, kedua wujud menyeramkan itu bersatu. Sejak itu, masyarakat Using memiliki wujud barong sebagai simbol kebersamaan. Diyakini, barong bisa mengusir pengaruh jahat,penyakit dan segala bahaya. Hingga kini, tarian Barong dan barong sangat disakralkan. Sebelum ditarikan, barong wajib diberi ritual khusus. Jika tidak, akan berbahaya bagi penari dan warga sekitar. Barong juga tidak sembarangan ditarikan. Ditarikan terutama untuk ider bumi atau selamatan desa. Nilai mistis barong tetap dijaga. Mereka yang berhak menari barong adalah orang pilihan alam.                         
            2.2.2 Kesenian Barong Versi 1
Menurut Hasnan Singodimayan, budayawan setempat, kesenian barong Kemiren bercerita tentang gadis cantik bernama Ja'rifah, yang dijaga hewan bertubuh besar bermuka buruk--yang kemudian disebut barong--melawan penjajah. "Barong sangat setia kepada tuannya sehingga dianggap simbol kepahlawanan," tutur Hasnan.Kesenian barong Kemiren mirip kesenian barong di Bali. Kemiripan ini, menurut Hasnan, sangat wajar karena kedekatan kultur yang saling mempengaruhi dalam sejarah hubungan antara Bali dan Banyuwangi. Bedanya, secara fisik ukuran barong Bali lebih besar dan tidak punya sayap. Menurut Hasnan, ada beragam versi tentang sejarah barong Kemiren. Ada yang menyebut barong bukan kesenian asli Jawa, melainkan dari Bali. Kesenian ini dibawa dan dikembangkan warga Bali yang terpaksa bermukim di Banyuwangi, karena terjadi kekacauan di Bali.
2.2.3 Kesenian Barong Versi 2
Versi lain menyebutkan kesenian barong berasal dari Cina, yang masuk Jawa pada zaman Majapahit. Ada kemiripan antara barong dan tari Singa Cina, yang berkembang pada zaman Dinasti Tang pada abad VII-X.
2.2.4  Kesenian Barong Versi 3
Tari Barong adalah tarian khas Bali yang berasal dari khazanah kebudayaan Pra-Hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong, yaitu penari dengan kostum binatang berkaki empat, sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya.
Ada beberapa jenis Tari Barong yang biasa ditampilkan di Pulau Bali, di antaranya Barong Ket, Barong Bangkal (babi), Barong Macan, Barong Landung. Namun, di antara jenis-jenis Barong tersebut yang paling sering menjadi suguhan wisata adalah Barong Ket, atau Barong Keket yang memiliki kostum dan tarian cukup lengkap.
Kostum Barong Ket umumnya menggambarkan perpaduan antara singa, harimau, dan lembu. Di badannya dihiasi dengan ornamen dari kulit, potongan-potongan kaca cermin, dan juga dilengkapi bulu-bulu dari serat daun pandan. Barong ini dimainkan oleh dua penari (juru saluk/juru bapang): satu penari mengambil posisi di depan memainkan gerak kepala dan kaki depan Barong, sementara penari kedua berada di belakang memainkan kaki belakang dan ekor Barong.
Secara sekilas, Barong Ket tidak jauh berbeda dengan Barongsai yang biasa dipertunjukkan oleh masyarakat Cina. Hanya saja, cerita yang dimainkan dalam pertunjukan ini berbeda, yaitu cerita pertarungan antara Barong dan Rangda yang dilengkapi dengan tokoh-tokoh lainnya, seperti Kera (sahabat Barong), Dewi Kunti, Sadewa (anak Dewi Kunti), serta para pengikut Rangda.
Ceritanya  Rangda, ibu dari Erlangga ( Raja Bali pada abad kesepuluh),dikutuk oleh ayah Erlangga karena  berlatih sihir / ilmu hitam.
Setelah menjadi janda, ia memanggil semua roh-roh jahat di hutan dan setan, mendatangi Erlangga.
Perkelahian terjadi, tapi rangda  dan pasukannya  terlalu kuat dan  Erlangga harus meminta bantuan Barong.
Barong datang  dan perkelahian terjadi .Sihir Rangda Membuat semua tentara Erlangga  ingin bunuh diri, mereka menusukkan  keris beracun ke perut dan dada mereka sendiri. Barong Berhasil melindungi  pasukan itu sehingga kebal  terhadap keris tajam. Pada akhirnya, Barong menang, dan Rangda melarikan diri.
Topeng Barong dan Rangda dianggap suci , dan sebelum mereka dibawa keluar, pemangku (pemimpin upacara hindu)  hadir untuk memercikkan mereka dengan air suci yang diambil dari Gunung Agung, dan selain itu, beberapa persembahan  dan sajen juga disajikan


2.3 Alur Cerita Tari Barong
       2.3.1 Tari Barong dan Keris
                  Tarian ‘BARONG DAN KERIS” adalah tarian yang menggambarkan pertarungan antara kebaikan melawan kejahatan. “BARONG” adalah makhluk mithologi yang mewakili kebaikan dan makhluk yang menggambarkan kejahatan adalah “RANGDA”.

        2.3.2 Gending Pembukaan
                    Barong, ditemani seekor kera orang pesedang berada di dalam hutan yang lebat. Kemudian datanglah tiga orang bertopeng yang membuat keributan dan merusak  ketenangan hutan. Si kera pun tidak senang dengan keadiran mereka dan akhirnya berkelahi dengan mereka dan berhasil memotong hidung salah satu dari mereka.

        2.3.3 Babak Pertama
                    Muncullah dua orang penari, mereka ini adalah pengikut setia dari Rangda yang sedang mencari para pengikut Dewi Kunti dimana mereka sedang dalam perjalanan untuk menemui Sang Patih.

        2.3.4 Babak Kedua
                    Begitu pengikut Dewi Kunti ini tiba di tujuan mereka, salah satu dari pengikut Rangda berubah wujud menyerupai bentuk Rangda dan memasukkan roh jahat kepada para pengikut Dewi Kunti menyebabkan mereka menjadi kerasukan dan lupa ingatan sebelum mereka berhasil bertemu Sang Patih. Tidak sadar akan perubahan yang dialami oleh para pengikut Dewi Kunti, Sang Patih bersama-sama dengan mereka menghadap Dewi Kunti.

        2.3.5 Babak Ketiga
                    Muncullah Dewi Kunti dan anaknya Sahadewa. Dewi Kunti telah berjanji kepada Rangda untuk menyerahkan Sahadewa sebagai korban. Sebenarnya Dewi Kunti tidak rela mengorbankan anaknya Sahadewa kepada Rangda. Tetapi dengan ilmu sakti yang dimiliki Rangda dengan bujukan para pengikut Dewi Kunti yang sudah kerangsukan oleh roh jahat. Rangda bisa mempengaruhi pikiran dan akal sehat Dewi Kunti sehingga Dewi Kunti tiba-tiba marah dan menjadi sangat benci kepada anaknya Sahadewa. Dewi Kunti memberikan perintah kepada Sang Patih untuk membuang Sahadewa kedalam hutan. Sang Patih tidak membantah karena dirinya pun sudah dipengaruhi oleh ilmu jahat Rangda.


        2.3.6 Babak Keempat
                             Sahadewa diikat dibawah pohon besar di dalam hutan dan ditinggal sendirian. Tiba-tiba turunlah Batara Siwa dari kahyangan. Merasa iba akan kondisi Sahadewa, Batara Siwa pun menganugerahkan ilmu kesaktian dan kekebalan pada diri Sahadewa, Rangda yang kemudian datang untuk mencabut nyawa Sahadewa tidak sadar akan anugerah yang diberikan oleh Batara Siwa berusaha mengoyak-ngoyak, mencabik dan membunuh Sahadewa, tetapi tidak berhasil. Putus asa karena tidak berhasil Sahadewa, Rangda pun menyerah dan memohon ampun kepada Sahadewa dengan demikian Rangda bisa menebus dosa-dosanya. Permintaan ini dipenuhi Sahadewa dan Sang Rangda pun mendapat pengampunan.

     
 2.3.7 Babak Kelima
                    Kalika adalah murid Rangda yang paling sakti ilmunya. Kalika bermaksud menghadap Sahadewauntuk memohon pengampunan sebagaimana Rangda dulu memohon kepada Sahadewa. Tetapi Sahadewa menolak permintaan ini sehingga murkalah Kalika dan mengajak Sahadewa untuk berdue3l. Dalam pertyempuran ini Kalika beberapa kali merubah wujud dirinya pertama menjadi babi hutan tetapi berhasil dikalahkan oleh Sahadewa. Kalika berubah lagi menjadi Burung Gagak yang besar tetapi dapat pula dikalahkan oleh Sahadewa. Terakhir Kalika berubah mengambil perwujudan Rangda. Karena saktinya Rangda ini Sahadewa menjadi kewalah melawannya. Berusaha untuk memenangi pertempuran. Sahadewa berubah wujud m enjadi Barong. Mereka terus bertempur sampai ada yang kalah, tetapi sama saktinya tidak ada yang menang ataupun kalah sehingga pertarungan inipun menjadi abadi dan dimana ada kejahatan disitu pula pada aka nada kebaikan yang akan terus bertempur melawan kejahatan.

       2.3.8 Penutup
                    Muncullah para pengikut barong dengan membawa keris bermaksud untuk menolong Barong tetapi dengan ilmu saktinya, Kalika yang berwujud Rangda berhasil membuat roh jahat menguasai tubuh pengikut Barong sehingga mereka berbalik berusaha menikam diri mereka sendiri dengan keris. Barong dengan ilmu kebaikannya menolong mereka dari klerasukan roh jahat dan berhasil mengusir roh jahat dari tubuh mereka.
2.4 Macam-macam Tari Barong

2.
4.1. Barong Bangkal







Barong Bangkal
Bangkal artinya babi besar yang berumur tua, oleh sebab itu Barong ini menyerupai seekor bangkal atau bangkung, Barong ini biasa juga disebut Barong Celeng atau Barong Bangkung. Umumnya dipentaskan dengan berkeliling desa (ngelelawang) oleh dua orang penari pada hari-hari tertentu yang dianggap keramat atau saat terjadinya wabah penyakit menyerang desa tanpa membawakan sebuah lakon dan diiringi dengan gamelan batel / tetamburan

2.4.2.  Barong Landung


Barong Landung





Barong Landung adalah satu wujud susuhunan yg berwujud manusia tinggi mencapai 3 meter. Barong Landung tidak sama dengan barong ket yg sudah dikomersialisasikan. Barong Landung lebih sakral dan diyakini kekuatannya sebagai pelindung dan pemberi kesejahteraan umat. Barong Landung banyak dijumpai disekitar Bali Selatan, seperti Badung, Denpasar, Gianyar, Tabanan.





Tari Barong Macan2.4.3.  Barong Macan












Barong Macan
Sesuai dengan namanya, Barong ini menyerupai seekor macan dan termasuk jenis barong yang terkenal di kalangan masyarakat Bali. Dipentaskannya dengan berkeliling desa dan adakalanya dilengkapi dengan suatu dramatari semacam Arja serta diiringi dengan gamelan batel.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEid440eoIz1sEzNP0F26kkhmGaC-LUtKr999IB6Rm58l862UDySAhCxApqPY3hAIqkCzG_C-K-Pgp1xg10O2rPFByTL4_C0E-F6_f9RDN0WEcQ6CU2tuuvLOH_aq3XO3jylh76HJsWZi6s/s320/barong-ket.jpg2.4.4.  Barong Ket













Barong Ket
Barong Ket atau Barong Keket adalah tari Barong yang paling banyak terdapat di Bali dan paling sering dipentaskan serta memiliki pebendaharaan gerak tari yang lengkap. Dari wujudnya, Barong Ket ini merupakan perpaduan antara singa, macan, sapi atau boma. Badan Barong ini dihiasi dengan ukiran-ukiran dibuat dari kulit, ditempel kaca cermin yang berkilauan dan bulunya dibuat dari perasok (serat dari daun sejenis tanaman mirip pandan), ijuk atau ada pula dari bulu burung gagak.





BAB III
PENUTUP

            Beranjak dari Rumusan Masalah dan Pembahasan yang telah penyusun buat, kami penyusun dapat mengambil beberapa kesimpulan dan saran yaitu sebagai berikut:

1.3. Kesimpulan
          Berdasarkan pembahasan tersebut, terkait dengan keunikan dan keindahan Tari Barong, kami mengambil beberapa kesimpulan, yaitu sebagai berikut:
1.3.1 Tari Barong adalah tarian khas Bali yang berasal dari khazanah kehidupan Prahindhu yang menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatitan (adarma).
1.3.2 Ada beberapa jenis Tari Barong yang biasa ditampilkan di Pulau Bali, diantaranya:
1.3.2.1 Barong Bangkal
1.3.2.2 Barong Landung
1.3.2.3 Barong Macan
1.3.2.4 Barong Ket
1.3.2.5 Barong Gajah
1.3.2.6 Barong Asu
1.3.2.7 barong Brutu dan Barong – Barongan
1.3.3 Keistemewaan Tari Barong terletak pada unsur – unsure komedi dan unsure – unsure mitologis yang membentuk seni pertunjukan . Juga terletak pada sumber cerita yang berasal dari tradisi Prahindu yang meyakini Barong sebagai hewan mitologi yang menjadi pelindung kebaikan.
1.3.4 Tari Barong terbagi menjadi beberapa versi, namun maknanya tetap sama, “kebersamaan”.
1.3.5 Alur tari Barong terbagi menjadi :
           1.3.5.1 Tari barong dan keris
           1.3.5.2 Gending pembukaan
           1.3.5.3 Babak Pertama
           1.3.5.4 Babak kedua
           1.3.5.5 Babak ketiga
           1.3.5.6 Babak keempat
           1.3.5.7 Babak kelima
           1.3.5.8 Penutup

1.3.2 Saran
          Berdasarkan pembahasan tersebut ,saran penulis terhadap Kesenian Tari Barong Bali yaitu jangan terlalu menunjukkan adegan – adegan yang kurang baik untuk ditampilkan ,meskipun adegan itu mengundang gelak tawa, karena hal itu kurang baik untuk anak – anak .Selain itu adegan tersebut akan mempengaruhi pembentukan pola pikir yang tidak baik untuk perkembangan anak.

















DAFTAR PUSTAKA

plapon.com/search/pengertian-tari-barong
http://img.macam – macam tari barong

Senin, 31 Desember 2012

Puding Ketela Pelangi

resep puding ketela pelangi
alhamdulillah... dapat ketela dari mbah si empunya krontrakan rumah
langsung kepikir mo buat ketela pohung keju
BTW... si embah dah wanti-wanti supaya tu ketela diparut aja karena kacel (keras)

duch.... tyus mo buat apa donk
alhamdulillah ketemu ma bunda langsung dikasih resep baru... (lagi booming di daerahq)



Obrok-obrok Jerembak

resep obrok jerembak

Obrok-obrok jerembak ini aku dapat dari mertua q
bahan dan rasa mirip ama Bothok tapi bedanya ini agak manis n seger

langsung wae menuju ke dapurku




Jumat, 28 Desember 2012

Lalat, Makan Apa sih?

makanan lalatkali ini ga usah mikir Cari Uang tapi berfikir tentang lalat


Asyik nich.... udah musim buah nangka di daerah Magetan...
Kaya' Harmoni dech... musim nangka ama lalat
Disini tuh klo musim nangka pasti pasukan lalat menyerbu berbagai tempat, di teras, di ruang tamu, di ruang makan, paaaaarahnya masuk juga ke kamar... ih jorok. 


Padahal udah tiap hari dipel pake super pel rasa lemon, mungkin tu lalat suka ama yang rasa lemon :) hahaha

Senin, 24 Desember 2012

Curahan Hati

daun gugur
source picture:
http://dreamrain.blogspot.com 
bukan aku ingin bersembunyi
bukan aku tak ingin berkarya
bukan aku ingin memendam semua anganku 
bukan aku acuh dengan semua mimpiku
juga bukan karna aku tak ingin mempersembahkan yang terbaik

Senin, 10 Desember 2012

Ketika Memulai Usaha Rumahan

yup setelah berfikir-fikir keuntungan dari usaha rumahan , ada lagi yang perlu diperhatikan ketika mengambil langkah tuk ber- usaha dari rumah, why?

perlu doa,  mental yang kuat, semangat 

doa... pertama kali, memang harus doa
diawali doa dan diakhiri doa, agar semuanya  dilancarkan  (begitu kata ustadz Yusuf Mansyur)

Why must.... Home Industri

Why must.... Home Industri
i just say, it's not  easy but you can ....

emang sih home industri tu g mudah, BTW banyak banget keuntungan yang kita dapet dari home industri
sepertiii..

Kamis, 22 November 2012

Dari SAMPAH jadi CANTIK

bros daur ulangwaduh....numpuk ni sampah, disana plastik disini plastik
jadi pusing... ampe2 semua terlihat jadi monster sampah
# ah lebay

mikir-mikir lagi butuh rekreasi otak ni, emang dasar g bisa pisah dengan handcraft (kePD-an)

ni langsung aku buat bros, dari sampah bungkus permen




Jumat, 26 Oktober 2012

Kulit bisa Kena Gizi Buruk



makanan kulit


nggak cuma badan aja yang bisa kena penyakit Gizi Buruk., tapi kulit juga bisa lho?    Wooow +Koprol :D
karena kulit juga butuh makanan (gizi) agar tetap sehat, bercahaya dan cantik

Minggu, 14 Oktober 2012

Metamorfosis Kupu-kupu

Simple Animation Flash

Metamorfosis pada kupu-kupu
bagi yang membutuhkan silahkan diunduh
yang mau request...silahkan 


Kamis, 20 September 2012

you like? u get it

jepit rambut, bros jilbab
1 lusin  Rp 9000

bros murah

bros kain perca





bros dari sampah


Gara-Gara Iddah, Pemimpin Yahudi Masuk Islam


Gara-Gara Iddah, Pemimpin Yahudi Masuk Islam
AMERIKA - Robert Guilhem, pakar genetika dan pemimpin yahudi di Albert Einstein College menyatakan dengan tegas soal keislamannya. Dia masuk Islam setelah kagum dengan ayat-ayat Al-Quran tentang masa iddah wanita muslimah selama tiga bulan. Massa iddah merupakan massa tunggu perempuan selama tiga bulan, selama proses dicerai suaminya.

Seperti dikutip dari societyberty.com, hasil penelitian yang dilakukannya menunjukkan, massa iddah wanita sesuai dengan ayat-ayat yang tercantum di Alquran. Hasil studi itu menyimpulkan hubungan intim suami istri menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik khususnya pada perempuan.

Dia mengatakan jika pasangan suami istri (pasutri) tidak bersetubuh, maka tanda itu secara perlahan-lahan akan hilang antara 25-30 persen. Gelhem menambahkan, tanda tersebut akan hilang secara keseluruhan setelah tiga bulan berlalu. Karena itu, perempuan yang dicerai akan siap menerima sidik khusus laki-laki lainnya setelah tiga bulan.

Bukti empiris ini mendorong pakar genetika Yahudi ini melakukan penelitian dan pembuktian lain di sebuah perkampungan Muslim Afrika di Amerika. Dalam studinya, ia menemukan setiap wanita di sana hanya mengandung sidik khusus dari pasangan mereka saja.

Penelitian serupa dilakukannya di perkampungan nonmuslim Amerika. Hasil penelitian membuktikan wanita di sana yang hamil memiliki jejak sidik dua hingga tiga laki-laki. Ini berarti, wanita-wanita non-muslim di sana melakukan hubungan intim selain pernikahannya yang sah.

Sang pakar juga melakukan penelitian kepada istrinya sendiri. Hasilnya menunjukkan istrinya ternyata memiliki tiga rekam sidik laki-laki alias istrinya berselingkuh. Dari penelitiannya, hanya satu dari tiga anaknya saja berasal dari dirinya.

Setelah penelitian-penelitian tersebut, dia akhirnya memutuskan untuk masuk Islam. Ia meyakini hanya Islam lah yang menjaga martabat perempuan dan menjaga keutuhan kehidupan sosial. Ia yakin bahwa perempuan muslimah adalah yang paling bersih di muka bumi ini.

Redaktur: Dewi Mardiani
Reporter: Umi Lailatul


Sumber : republika.co.id (31 Agustus 2012, 14:20 WIB)

Selasa, 18 September 2012

GUNUNG BROMO (Basa Jawa)



Jaman biyen nalika Dewa-Dewa esih seneng mudun marang dunia saka kayangan, nalika kui kerajaan Majapait lagi kena serangan saka daerah-daerah. Wargane pada bingung golet panggonan kanggo ngungsi, pada wae karo para Dewa. Wektu kui Dewa mulai lunga marang sawijining panggonan, nang sekitare Gunung Bromo.
Gunung Bromo esih tenang, ngadek dislimuti kabut putih. Dewa-dewa sing teka marang panggonan kui ing sekitare Gunung Bromo, semayam ing lereng Gunung Pananjakan. ing panggona kui bisa weruh Srengenge munggah seka wetan lan Srengenge sirep seka kulon. Sekitare Gunung Pananjakan, panggonan Dewa-Dewa semayam, ana uga panggona kanggo pertapa. Pertapa kui mau saben dina pahalane megur muja lan ngening cipta. Sawijine dina sing mbahagiakake, bojo kui lairake anak lanang.
Raine ganteng, cahyane terang. Mertandakake anak sing lair saka titisane jiwa sing suci. Wiwit lair anak kui keton sehat lan kuat sing luar biasa. Wiwit lair, anak Pertapa kui wis bisa ngetokake suara seru. Gegeman tangane seret banget, tendangan sikile uga kuat. Ora kaya anak lia umume, bayi kui diarani Joko Seger, sing artine sing sehat lan kuat.
Ing panggonan lia sekitare Gunung Pananjakan, wektu kui ana anak wadon lair saka titisan Dewa. Raine ayu lan elok. Siji-sijine anak sing paling ayu dewek ing panggonan kui. Wiwit dilairake, udu umume bayi lair, meneng ora nangis wektu dilairake seka rahim beyunge. Merga kui, wongtuane ngarani bayi iku Rara Anteng.
Rara Anteng sengsaya dina sengsaya dadi anak remaja sing ayu. Garis-garis ayune metu jelas saka raine. Rara Anteng terkenal tekan daerah-daerah. Akeh putera raja pada nglamar Rara Anteng, nanging ditolak, amarga Rara Anteng wis kepincut karo Joko seger. Sawijining dina Rara anteng dilamar Bajak sing sekti lan kuat. bajak kui terkenal jahat banget. Rara Anteng terkenal alus atine ora wani nolak pelamar sekti kui. Merga kui Rara anteng njaluk supaya di gawekna segara ing tengah-tengahing gunung. Dikira penjalukan sing aneh supaya pelamar sekti mau ora bisa nyanggupi. Segara kui mau kudu di gawe ing sewengi, yaiku diwiwiti srengenge sirep tekane srengenge munggah. Disanggupi penjalukan Rara Anteng kui.
Bajak sekti mau mulai gawe segara nganggo batok saka krambil lan meh rampung. Weruh kenyataan sing kaya kui, atine Rara Anteng gelisah ora tenang. Kepriwe carane gagalaken lautan sing agi di gawe Bajak kui? Rara Anteng mikir nasibe, Rara Anteng ora bisa urip karo wong sing ora disenengi. Banjur Rara Anteng golet cara supaya bisa gagalaken usahane Bajak mau. Banjur Rara bisa nemu cara yaiku nutu pari ing tengah wengi. alon-alon suara alu nangekake jago sing pada turu. Kluruk jago saut-sautan, kaya fajar wis metu, nanging wargane durung nglakoni kegiatan esuk. Bajak rungu jago kluruk, nanging benang putih saka wetan urung metu. Berati fajar teka urung wektune. Mikir nasib siale, banjur batok sing dinggo kanggo gawe lautan mau di buang, gigal tengkurep nang jejere Gunung Bromo lan malih dadi gunung diarani gunung Batok.

LEGENDA GOA PAJAJARAN (Basa Jawa)


Wektu jaman biyen ing Bogor wonten praja kang ageng ratune jejuluk Prabu Siliwangi. Prabu Siliwangi duwe putra telu yaiku Banyak Cotro, Banyak Ngampar lan Banyak Blabur.
Sak wijining wektu Prabu Siliwangi nimbali kang putra Banyak Cotro. Sang Prabu sedya anglengseraken Panguwasane marang Banyak Cotro. Banyak Cotro durung kersa awit rumaos dereng cekap ngelmunipun uga durung krama. Dheweke duwe karep ngulandana njajah praja milangkori.
Kanthi nyandhang lumrahe wong desa lan gantos jeneng Raden Kamdaka, Banyak Cotro ngulandoro ngantos dumugi ing kadipaten Pasir Luhur. Piyambakipun sinengkake minangka putra sang Patih Reksonoto.
Nalika wonten upacara anjara iwak ing kali Logawa datan konyana-nyana Raden Komandaka ketemu karo Dewi Ciptoroso putra-putrinipun pangunwaos pasir luhur Adipadi Kanandoho. Dasar Raden Komandoko bagus pasuryane lan Dewi Ciptoroso putri kang sulistro ing warni sakarone padha nduweni rasa tresna. Nanging, Adipadi Kanandoho ora sarujuk banjur ngutus marang prajurite supaya nyekel Raden Kamandoko. Kanthi pitulunganipun Patih Reksonoto Raden Kamandoko bisa lolos saka pambujunge prajurit Pasir Luhur. Deweke njegur ana ing kali. Prajurit Pasir Luhur ngira yen Raden Kamandoko wis tumekeng pati. Sakwise mangerteni manowo Raden Kamandoko wis mati Adipati Kanandoho bungah banget penggalihe, nanging Dewi Ciptoroso tansah sanget nandhang sungkawa.
Sakwise njegur ing kali Raden Kamandoko keli nganti tekan ing Desa Panagih. Ing kono Raden Kamandoko diaku anak karo mbok Rondo Rektosuro.
Mbok Rektosuro gadhah jago sing dijenengi “Mercu”. Raden Kamandoko seneng karo “Mercu” Sabanjure Raden Kamandoko seneng aben sawung saben-saben diadu “Mercu” tansah menang, mula Raden Kamandaka kondang kaloko nganti tekan ing Kadipaten Pasir Luhur.
Pawartane Raden Kamandoko nganti kepireng karo Adipati Kamandoho. Sang Adipati kabranang ing galih sareng uninga bilih Raden Kamandoko taksih urip. Mula banjur utusan Silih Warni yaiku nom-noman kang badhe magang prajurit Pasir Luhur. Dheweke bisa ditampa dadi prajurit lamun bisa nyekel Raden Kamandoko.
Silih Warni sigra mangkat menyang Desa Panagih dikantheni para prajurit Pasir Luhur. Silih Warni nantang Raden Kamandoko adu jago. Naliko jago lagi tarung Silih Warni nubles bangkekane Raden Kamandaka nganggo keris Kujang saka mburi. Saka kasektene, Raden Kamandoko bisa mbrobos ilang saka Silih Warni mula panggonan iku banjur dijenengi Desa Brobosan.
Raden Kamandoko terus mlayu ngetan nganti tumeka panggonan kang buntu. Panggonan mau banjur dijenengi Buntu. Silih Warni sak wadya balane terus ngoyak Raden Kamandoko. Raden Kamandoko terus mlayu nganti tekan ing gua. Ing kono Kamandoko ngaso sawetoro. Ora suwe banjur Silih Warni nututi tumeka ing gua iku.
Silih Warni nantang perang tanding karo Raden Kamandoko. Raden Kamandoko banjur ngakoni “Sejatine dudu Kamandoko nanging Banyak Cotro Putra Prabu Siliwangi ing Pajajaran. Aku lagi nyamar dadi wong lumrah” kandhane Kamandoko.
Silih warni, “Apa bener ?”
Kamandoko, “Ya bener, aku Banyak Cotro”.
Silih Warni, ”Aduh Kakang kulo kang rayi, Banyak Ngampar,
Romo ngutus aku supaya nggoleki Kakang”.
Saklorone banjur rerangkulan.
Papan kang minangka ketemu dijenengi Gua Jatijajar amethik saka tembung Pajajaran.

Timun Mas (Basa Jawa)

timun mas
Dek jaman biyen ing salah sawijining desa, ana mbok randa sing urip dewe ora ana anak utawa sedululur. Amarga urip dewe mbok randa mau kepengin duwe anak. Saben dina mbok randa ndonga awan bengi ing ngarsane Gusti Allah supaya diwenehi anak. Deweke yakin menawa penjaluke bakal di kabulake dening Gusti Allah.
Tanpa sangertine mbok randa, anggone donga awan bengi ing omahe kuwi mau keprungu Buto ijo sing kebeneran liwat sacedhake kono. Buto ijo banjur nyeluk mbok randa supaya metu saka omahe. mbok randa kaget ngerteni ana Buto ijoing ngarep omahe.
Sawise ora miris maneh ngerteni Buto ijo sing gedhe tur medeni kuwi, si Buto ijongomong menawa bisa nulungi menehi anak. Mbok randa bungah atine krungu kandane Buto ijo kuwi mau lan nyaguhi kabeh penjaluke Buto ijomenawa diwenehi anak tenan.
Penjaluke Buto ijo yaiku menawa anake mbok randa wis gedhe dijaluk arep dipangan. Sabanjure Buto ijo iku menehi wii timun sing kudu di tandur mbok randa. Sawise Buto ijo kuwi mau lunga, mbok Randa nandur wiji timun iku ana kebone. Wiji kuwi dirumat lan diopeni kanthi gemathi, disiram, diresiki sukete lan dirabuk supaya cepet tukul.
Sawise tukul lan dadi wit timun kang subur, wit timun iku mau wis pada uwoh. Ing antarane akehe woh timun, ana salah sijine timun kang nganeh-anehi. Rupane kuning emas lan gedhene sak guling. Timun iku banjur pecah lan ing njero timun mau ana bayi manungsane.
Mbok randa bungah atine amarga penjaluke kepengin duwe anak wis kaleksanan. Mbok randa ngucapake syukur marang Gusti Allah amarga dongane wis diijabah. Bayi iku mau wadon, pakulitane resik alus kaya kulit timun amarga laer saka timun sing kuning kaya emas, bayi wadon kuwi mau dijenengake Timun mas.
Sawise Timun mas ngancik dewasa, mbok randa kelingan janjine karo Buta menawa arep menehake Timun mas. Mbok randa dadi susah atine, rina wengi mbok randa donga supaya entuk pitulungan saka Gusti Allah. Salah sawijining wengi, mbok randa ngimpi ketemu pertapa ing gunung gandul. Pertapa kuwi mau sing bisa nulungi supaya Timun mas ora dijupuk sang Buto.
Esuke mbok randa lungo menyang gunung gandul kaya impene. Sawise ketemu karo pertapa kaya ing impene, mbok randa disangoni buntelan kanggo Timun mas. Pertapa kuwi mau menehi pitutur piye carane supaya Timun mas bisa oncat saka bebaya ngadepi sang Buto. Sawise ngucapake maturnuwun mbok randa pamitan mulih.
Tekan omah mbok randa menehi buntelan kang cacahe papat, lan dituturi piye carane nggunake. Mbok randa ngonggkon Timun mas lungo saka omah lan mlayu sak cepet-cepete. Sawise iku Buto ijo kang arep jupuk Timun mas teka ing omahe mbok randa banjur nesu ngerteni Timun mas wis ora ana. Buto ijo nesu lan ngamuk, kebonne mbok randa dirusak banjur bengok-bengok ngoyak Timun mas.
Amarga Buto ijo jangkahe amba sedela wae Timun mas wis meh kasil koyak. Timun mas bajur nguncalake buntelan sing isine wiji timun. Dumadakan dadi kebon timun kang akeh woh timune, Buto ijo mandeg lan mangan timun sing katon seger-seger kuwi mau. Sawise timune entek sang Buto ijo kelingan menawa ngoyak Timun mas. Buto ijo banjur ngoyak Timun mas maneh sing wis mlayu tekan adoh.
Lagi sedela wae sang Buto ijo wis meh kasil ngoyak Timun mas. Buntelan sing isi dom terus diuncalake Timun mas. Dumadakan dadi alas pring sing ngalangi playune Buto. Tapi sedela wae Buto ijo kasil bisa metu saka alas pring kuwi mau.
Timun mas banjur nguncalke buntelan kang isine uyah, lan malih dadi segara kang amba lan jero. Buto ijo nglangi ing segara kuwi mau tetep ngoyak Timun mas lan kasil mentas saka segara. Timun mas arep kasil koyak meneh, banjur nguncalake buntelan  kang pungkasan.
Buntelan kang isine trasi malih dadi segara lendhut kang jero. Buto ijokecemplung lan kangelan mentas saka lendhut kuwi mau. Pungkasane Buto ijo kang ngoyak Timun mas iku mati kleleb ing njero segara lendhut. Timun mas akhire selamet lan urip tentrem karo mbok randa.

JAKA TARUB


Wonten ing satunggaling dusun, wonten kaluargi ingkang naminipun mbok randa kaliyan putra kakungipun. Putra kakungipun ingkang sampun ngancik dewasa lan naminipun inggih menika Jaka Tarub. Padamelan saben dinten inggih menika madosi ron pisang utawi ron jati kangge dipun sade wonten peken ing saklebetipun kitha kudus. Ron menika dipunlintakaken kaliyan uwos kaliyan sarem kangge ulamipun saben dinten. Tindakanipun wonten peken ngantos pinten-pinten minggu saking tebihing kitha. Pedamelan sanesipun Jaka Tarub menika mbebedak wonten wana kangge ulamipun.
                Wontan ing satunggaling dinten  ing kaluargi menika boten gadhah ulam kangge dhaharipun saben dinten lajeng Jaka Tarub matur kaliyan biyung kangge kesah wonten wana kangge mbebedak. Kados adatipun menawi mbebedak bidalipun bada’ subuh supados konduripun boten surup. Ananging boten ngertos menapa menika sampun dangu amargi boten angsal punapa-punapa, menika Jaka Tarub nembe apes, sampun sonten sampun dangu lampahipun Jaka Tarub boten manggih.
                Satunggal punapa kemawon sato kewan. Namung Jaka Tarub menika boten putus asa piyambakipun taksih nglajengaken lampahipun ingkang tebih sanget wonten ing jeronipun wana. Ananging ngantos dalu JakaTarub taksih boten angsal punapa-punapa. Saking sayakipun Jaka Tarub kepengin sumene ngantos sare saestu, amargi lampahipun menika tebih sanget lajeng Jaka Tarub sare ing sakjeronipun wana. Piyambakipun kaget amargi kepireng suanten gumujuning tiyang-tiyang estri sami gumujengan. Amargi pengin ngertos suanten menika punapa lan saking pundi sejatosipun pramila Jaka Tarub madosi suanten menika. Piyambakipun menika boten percaya kalioyang ingkang Jaka Tarub mersani ing dalu menika Jaka Tarub kaget amargi ing tengahing wana wonten suanten widodari-widodari ingkang sami gumujengan sinambi siram lelangin ing sendang. Jaka Tarub nyaketi panggenan widodari menika ingkang nembe siram kala wau amargi dalu punika kaleresipun wulan purnama. Sanalika Jaka Tarub gadhah pamanggih pengin garwa satunggal pramila piyambakipun mundut rasukan satunggal lan dipunsinggitaken. Wonten satunggal widodari ingkang kicalan rasukan dipun tilar rencangipun sami widodari. Widodari menika duka lan nuwun lajeng widodari menika dipun caketi Jaka Tarub lan dipun reh-reh lajeng dipunbeta wangsul lan kagarwa dening Jaka Tarub, widodari menika gadhah nami Nawang Wulan.
                Wonten ing satunggaling dinten Nawang Wulan sampun kagungan putrid saking Jaka Tarub ingkang naminipun Nawang Sih, amargi rasukan kathah ingkang reged pramila Nawang Wulan nyuwun JakaTarub kangge nenggani Nawang Sih kaliyan adangipun kanthi manthi-manthi, lan Jaka Tarub boten angsal mbukak kekep. Saktindakipun Nawang Wulan wonten lepen Jaka Tarub malah kepengin ngertos isinipun kekep, menika punapa Jaka Tarub kaget menapa amargi ingkang dipun adang garwanipun naming satunggal kantun kemawon. Saking kedadosan punika kaseteripun Nawang Wulan dados widodari ical lan adangipun satunggal las dados satunggal bugak ical. Pramila mulai nutu pari adangipun uwos dados limrahipun tiyang gesang wonten brebayan amargi pantunipun telas kantun rentengan wonten lumbung.
                Ing satunggaling dinten Nawang Wulan nglengkep gelaran klasa kados pundi kegetipun manah Nawang Wulan mersani rasukan widodari wonten ing ngandapipun klasa, piyambakipun kaget amargi piyambakipun duka dumateng garwanipun amargi sampun dipun apusi. Nawang Wulan menika mutusaken kangge minggah kayangan malih lajeng ngagem rasukan. Sakderengipun minggah ing kayangan Nawang Wulan pesen kaliyan Nawang Sih yen kepureh kangen mersani mbulan amargi ing tengahing bulan wonten bayangipun Nawang Wulan. Anaging sak sampunipun dugi kayangan Nawang Wulan boten dipun tampi malih dados widodari amargi sampun kecampuran kaliyan manungsa. Nawang Wulan menika lingsem lan boten purun jelma malih dados manungsa, amargi rekaos gesangipun pramila Nawang Wulan nglalu wonten segara kidul wonten segara kidul lan dados Ratu Kidul ingkang gadhah naminipun Nyi Roro Kidul