KEINDAHAN DAN KEUNIKAN TARI BARONG BALI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang Masalah
Tari Barong
adalah suatu tarian khas Bali yang memiliki suatu jalan cerita dan kemistisan
jalan cerita yang sangat kental . Dan memiliki makna bahwa kebaikan akan menang
melawan keburukan.Tari Brong merupakan tarian yang ditarikan oleh dua orang
penari laki-laki, seorang memainkan bagian kepala Barong serta kaki depan, dan
seorang lagi memainkan bagian kaki belakang dan ekor. Barong yang berbentuk
binatang mitologi ini, banyak sekali macamnya. Tarian ini merupakan peninggalan
kebudayaan pra Hindu yang menggunakan boneka berwujud binatang berkaki empat
atau manusia purba yang memiliki kekuatan magic. Kata Barong berasal dari kata
Bahrwang atau diartikan beruang, seekor binatang mitologi yang memiliki
kekuatan gaib, dianggap sebagai pelindung.
Pertunjukkan
Tari Barong ini tempatnya di Kota Gianyar, Kab. Gianyar, Kec. Sukowati di desa
Batubulan selama 60 menit dan tiketnya seharga Rp 80.000,00
Kami
menyaksikan Tari Barong pada hari Minggu pagi tanggal 24 Maret 2013 mulai pukul
08.00 – 10.00 WITA waktu Pulau Dewata Bali.
Tari Barong
ini memiliki makna bahwa kebaikan itu pasti akan menang dalam melawan
kejahatan.
1.2Rumusan Masalah
1.2.1
Apa
yang dimaksud Tari Barong itu?
1.2.2
Bagaimana
sejarah dari Tari Barong?
1.2.3
Bagaimana
alur cerita dalam pertunjukkan Tari Barong?
1.2.4
Apa
saja macam-macam dari Tari Barong?
1.3Tujuan Penelitian
1.3.1
Untuk
mengetahui yang dimaksud dari Tari Barong.
1.3.2
Untuk
mengetahui sejarah dari Tari Barong.
1.3.3
Untuk
mengetahui alur cerita dalam pertunjukkan Tari Barong.
1.3.4
Untuk
mengetahui macam-macam dari Tari Barong.
1.4Manfaat Penelitian
Penelitian ini memiliki manfaat sebagai berikut:
1.4.1Bagi
penyusun, penelitian ini dapat dijadikan acuan bahwa Tari Barong berfungsi
sebagai sarana informatif, edukatif, dan rekreatif. Dan juga sebagai sarana
untuk menyosialisasikan kesenian Tari Barong kepada semua orang, bahwa dalam
Tari Barong juga terkandung nilai – nilai kehidupan, akan tetapi juga sarat
akan nilai – nilai mistis di dalamnya.
1.4.2 Bagi pembaca,
dengan adanya karya tulis ini dapat membantu para pembaca untuk dijadikan
sebagai paduan, karena dalam karya tulis ini sudah mencakup pengertian, sejarah,
alur, dan macam – macam dalam Tari Barong. Selain itu, dengan bantuan karya
tulis ini akan membantu pembaca menemukan hal – hal menarikTari Barong dalam
bentuk tertulis.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Tari Barong
Tari barong yaitu tarian khas Bali yang berasal dari Khazanah Kebudayaan
Pra- Hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan
kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong, yaitu: penari
dengan kostum binatang berkaki empat, sementara wujud kebatilan dimainkan oleh
Rangda yaitu: sosok menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya.
Ada beberapa jenis Tari Barong yang
biasa ditampilkan di Pulau Bali, di antaranya Barong Ket, Barong Bangkal
(babi), Barong Gajah, Barong Asu, Barong Brutu, serta barong-barongan. Namun,
diantara jenis-jenis Barong tersebut yang paling sering menjadi suguhan wisata
adalah Barong Ket atau Keket yang memiliki kostum Barong Ket umumnya
menggambarkan perpaduan antara Singa, Harimau dan Lembu. Dibadannya dihiasi
dengan ornamen dari kulit potongan-potongan kaca cermin, dan juga dilengkapi
bulu-bulu dari serat daun pandang. Barong ini dimainkan oleh 2 orang penari
atau juru jaluk atau juru bapang. Satu penari mengambil posisi di depan
memeainkan gerak kepaka dan kaki depan Barong, sementara penari kedua berada
dengan Barongsai yang biasa dipertunjukkan oleh masyarakat Cina. Cerita
pertarungan antara Barong dan Rangda yang dilengkapi oleh tokoh-tokoh lain
seperti Kera atau Sahabat Barong, Dewi Kunti, Sadewa atau anak Dewi Kunti,
serta para pengikut Rangda.
Keistimewaan Tari Barong terletak
pada unsur-unsur komedi dan unsur-unsur mitologis yang membentuk seni
pertunjukan yang terletak pada sumber cerita yang berasal dari tradisi
Pra-Hindu yang menyakini Barong sebagai hewan mitologis yang menjadi pelindung
kebaikan. Selain itu juga nampak kostum yang terbuat dari kayu yang dianggap
angker. Hal ini membuat barong disakralkan oleh masyarakat Bali. Tari barong
seringkali diselingi dengan tari keris, dimana para penari menusukkan keris ke
tubuh masing-masing layaknya pertunjukan debus.
Wisatawan memperoleh panduan cerita
pementasan dalam bentuk cetak dengan berbagai pilihan bahasa
antara lain: b.inggris,Indonesia,Perancis,Italia,Jepang dan Mandarin.
2.2 Sejarah Tari
Barong
Ada
banyak versi tentang sejarah barong di Bali. Namun, maknanya tetap sama,
"kebersamaan". Diantaranya, adalah sebagai berikut :
2.2.1 Wujud Sakral Barong
Ada yang mengisahkan, barong bermula dari pertarungan dua bangsawan sakti
dari Bali dan Blambangan. Mereka, Minak Bedewang dan Alit Sawung. Tanpa
penyebab jelas, keduanya terlibat pertarungan hebat. Mereka bertarung tanpa
henti hingga jangka waktu lama. Tak satu pun yang terluka. Masing-masing
menggunakan wujud sakti yang mengerikan, seekor harimau besar dan burung
garuda. Dua perwujudan ini bertarung dahsyat. Suaranya menggelegar persis
halilintar. Meski saling serang, kedua kesatria itu tetap sama kuatnya. Hingga
munculah suara aneh dari langit. Suara tanpa rupa itu mengingatkan agar menghentikan
pertempuran. Keduanya diminta berdamai. Akhirnya, kedua wujud menyeramkan itu
bersatu. Sejak itu, masyarakat Using memiliki wujud barong sebagai simbol
kebersamaan. Diyakini, barong bisa mengusir pengaruh jahat,penyakit dan segala
bahaya. Hingga kini, tarian Barong dan barong sangat disakralkan. Sebelum
ditarikan, barong wajib diberi ritual khusus. Jika tidak, akan berbahaya bagi
penari dan warga sekitar. Barong juga tidak sembarangan ditarikan. Ditarikan
terutama untuk ider bumi atau selamatan desa. Nilai mistis barong tetap dijaga.
Mereka yang berhak menari barong
adalah orang pilihan
alam.
2.2.2 Kesenian Barong Versi 1
Menurut Hasnan
Singodimayan, budayawan setempat, kesenian barong Kemiren bercerita tentang gadis
cantik bernama Ja'rifah, yang dijaga hewan bertubuh besar bermuka buruk--yang
kemudian disebut barong--melawan penjajah. "Barong sangat setia kepada
tuannya sehingga dianggap simbol kepahlawanan," tutur Hasnan.Kesenian
barong Kemiren mirip kesenian barong di Bali. Kemiripan ini, menurut
Hasnan, sangat wajar karena kedekatan kultur yang saling mempengaruhi dalam
sejarah hubungan antara Bali dan Banyuwangi. Bedanya, secara fisik ukuran
barong Bali lebih besar dan tidak punya sayap. Menurut Hasnan, ada beragam
versi tentang sejarah barong Kemiren. Ada yang menyebut barong bukan kesenian
asli Jawa, melainkan dari Bali. Kesenian ini dibawa dan dikembangkan warga Bali
yang terpaksa bermukim di Banyuwangi, karena terjadi kekacauan di Bali.
2.2.3 Kesenian Barong Versi 2
Versi lain
menyebutkan kesenian barong berasal dari Cina, yang masuk Jawa pada zaman
Majapahit. Ada kemiripan antara barong dan tari Singa Cina, yang berkembang pada zaman
Dinasti Tang pada abad VII-X.
2.2.4 Kesenian Barong Versi 3
Tari Barong adalah tarian khas Bali yang berasal dari khazanah kebudayaan
Pra-Hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan
kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong, yaitu penari
dengan kostum binatang berkaki empat, sementara wujud kebatilan dimainkan oleh
Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya.
Ada beberapa jenis Tari Barong yang biasa ditampilkan di Pulau Bali, di
antaranya Barong Ket, Barong Bangkal (babi), Barong Macan, Barong Landung.
Namun, di antara jenis-jenis Barong tersebut yang paling sering menjadi suguhan
wisata adalah Barong Ket, atau Barong Keket yang memiliki kostum dan tarian
cukup lengkap.
Kostum Barong Ket umumnya menggambarkan perpaduan antara singa, harimau,
dan lembu. Di badannya dihiasi dengan ornamen dari kulit, potongan-potongan
kaca cermin, dan juga dilengkapi bulu-bulu dari serat daun pandan. Barong ini
dimainkan oleh dua penari (juru saluk/juru bapang): satu penari mengambil
posisi di depan memainkan gerak kepala dan kaki depan Barong, sementara penari
kedua berada di belakang memainkan kaki belakang dan ekor Barong.
Secara sekilas, Barong Ket tidak jauh berbeda dengan Barongsai yang biasa
dipertunjukkan oleh masyarakat Cina. Hanya saja, cerita yang dimainkan dalam
pertunjukan ini berbeda, yaitu cerita pertarungan antara Barong dan Rangda yang
dilengkapi dengan tokoh-tokoh lainnya, seperti Kera (sahabat Barong), Dewi
Kunti, Sadewa (anak Dewi Kunti), serta para pengikut Rangda.
Ceritanya Rangda, ibu dari Erlangga ( Raja Bali pada abad kesepuluh),dikutuk
oleh ayah Erlangga karena berlatih sihir / ilmu hitam.
Setelah menjadi janda, ia memanggil semua roh-roh jahat di hutan dan setan, mendatangi Erlangga.
Setelah menjadi janda, ia memanggil semua roh-roh jahat di hutan dan setan, mendatangi Erlangga.
Perkelahian terjadi, tapi rangda dan pasukannya terlalu kuat dan
Erlangga harus meminta bantuan Barong.
Barong datang dan perkelahian terjadi .Sihir Rangda Membuat semua
tentara Erlangga ingin bunuh diri, mereka menusukkan keris beracun
ke perut dan dada mereka sendiri. Barong Berhasil melindungi pasukan itu
sehingga kebal terhadap keris tajam. Pada akhirnya, Barong menang, dan
Rangda melarikan diri.
Topeng Barong dan Rangda dianggap suci , dan sebelum mereka dibawa keluar,
pemangku (pemimpin upacara hindu) hadir untuk memercikkan mereka dengan
air suci yang diambil dari Gunung Agung, dan selain itu, beberapa
persembahan dan sajen juga disajikan
2.3 Alur Cerita Tari Barong
2.3.1 Tari Barong dan Keris
Tarian
‘BARONG DAN KERIS” adalah tarian yang menggambarkan pertarungan antara kebaikan
melawan kejahatan. “BARONG” adalah makhluk mithologi yang mewakili kebaikan dan
makhluk yang menggambarkan kejahatan adalah “RANGDA”.
2.3.2 Gending Pembukaan
Barong,
ditemani seekor kera orang pesedang berada di dalam hutan yang lebat. Kemudian
datanglah tiga orang bertopeng yang membuat keributan dan merusak ketenangan hutan. Si kera pun tidak senang
dengan keadiran mereka dan akhirnya berkelahi dengan mereka dan berhasil
memotong hidung salah satu dari mereka.
2.3.3 Babak Pertama
Muncullah
dua orang penari, mereka ini adalah pengikut setia dari Rangda yang sedang
mencari para pengikut Dewi Kunti dimana mereka sedang dalam perjalanan untuk
menemui Sang Patih.
2.3.4 Babak Kedua
Begitu
pengikut Dewi Kunti ini tiba di tujuan mereka, salah satu dari pengikut Rangda
berubah wujud menyerupai bentuk Rangda dan memasukkan roh jahat kepada para
pengikut Dewi Kunti menyebabkan mereka menjadi kerasukan dan lupa ingatan
sebelum mereka berhasil bertemu Sang Patih. Tidak sadar akan perubahan yang
dialami oleh para pengikut Dewi Kunti, Sang Patih bersama-sama dengan mereka
menghadap Dewi Kunti.
2.3.5 Babak Ketiga
Muncullah
Dewi Kunti dan anaknya Sahadewa. Dewi Kunti telah berjanji kepada Rangda untuk
menyerahkan Sahadewa sebagai korban. Sebenarnya Dewi Kunti tidak rela
mengorbankan anaknya Sahadewa kepada Rangda. Tetapi dengan ilmu sakti yang
dimiliki Rangda dengan bujukan para pengikut Dewi Kunti yang sudah kerangsukan
oleh roh jahat. Rangda bisa mempengaruhi pikiran dan akal sehat Dewi Kunti
sehingga Dewi Kunti tiba-tiba marah dan menjadi sangat benci kepada anaknya
Sahadewa. Dewi Kunti memberikan perintah kepada Sang Patih untuk membuang
Sahadewa kedalam hutan. Sang Patih tidak membantah karena dirinya pun sudah
dipengaruhi oleh ilmu jahat Rangda.
2.3.6 Babak Keempat
Sahadewa
diikat dibawah pohon besar di dalam hutan dan ditinggal sendirian. Tiba-tiba
turunlah Batara Siwa dari kahyangan. Merasa iba akan kondisi Sahadewa, Batara
Siwa pun menganugerahkan ilmu kesaktian dan kekebalan pada diri Sahadewa,
Rangda yang kemudian datang untuk mencabut nyawa Sahadewa tidak sadar akan
anugerah yang diberikan oleh Batara Siwa berusaha mengoyak-ngoyak, mencabik dan
membunuh Sahadewa, tetapi tidak berhasil. Putus asa karena tidak berhasil
Sahadewa, Rangda pun menyerah dan memohon ampun kepada Sahadewa dengan demikian
Rangda bisa menebus dosa-dosanya. Permintaan ini dipenuhi Sahadewa dan Sang
Rangda pun mendapat pengampunan.
2.3.7 Babak Kelima
Kalika
adalah murid Rangda yang paling sakti ilmunya. Kalika bermaksud menghadap
Sahadewauntuk memohon pengampunan sebagaimana Rangda dulu memohon kepada
Sahadewa. Tetapi Sahadewa menolak permintaan ini sehingga murkalah Kalika dan
mengajak Sahadewa untuk berdue3l. Dalam pertyempuran ini Kalika beberapa kali
merubah wujud dirinya pertama menjadi babi hutan tetapi berhasil dikalahkan
oleh Sahadewa. Kalika berubah lagi menjadi Burung Gagak yang besar tetapi dapat
pula dikalahkan oleh Sahadewa. Terakhir Kalika berubah mengambil perwujudan
Rangda. Karena saktinya Rangda ini Sahadewa menjadi kewalah melawannya.
Berusaha untuk memenangi pertempuran. Sahadewa berubah wujud m enjadi Barong.
Mereka terus bertempur sampai ada yang kalah, tetapi sama saktinya tidak ada
yang menang ataupun kalah sehingga pertarungan inipun menjadi abadi dan dimana
ada kejahatan disitu pula pada aka nada kebaikan yang akan terus bertempur
melawan kejahatan.
2.3.8 Penutup
Muncullah
para pengikut barong dengan membawa keris bermaksud untuk menolong Barong
tetapi dengan ilmu saktinya, Kalika yang berwujud Rangda berhasil membuat roh
jahat menguasai tubuh pengikut Barong sehingga mereka berbalik berusaha menikam
diri mereka sendiri dengan keris. Barong dengan ilmu kebaikannya menolong
mereka dari klerasukan roh jahat dan berhasil mengusir roh jahat dari tubuh
mereka.
2.4 Macam-macam Tari Barong
2.4.1. Barong Bangkal
Barong Bangkal
Bangkal artinya
babi besar yang berumur tua, oleh sebab itu Barong ini menyerupai seekor
bangkal atau bangkung, Barong ini biasa juga disebut Barong Celeng atau Barong
Bangkung. Umumnya dipentaskan dengan berkeliling desa (ngelelawang) oleh dua
orang penari pada hari-hari tertentu yang dianggap keramat atau saat terjadinya
wabah penyakit menyerang desa tanpa membawakan sebuah lakon dan diiringi dengan
gamelan batel / tetamburan
2.4.2. Barong Landung

Barong Landung
adalah satu wujud susuhunan yg berwujud manusia tinggi mencapai 3 meter. Barong
Landung tidak sama dengan barong ket yg sudah dikomersialisasikan. Barong
Landung lebih sakral dan diyakini kekuatannya sebagai pelindung dan pemberi
kesejahteraan umat. Barong Landung banyak dijumpai disekitar Bali Selatan,
seperti Badung, Denpasar, Gianyar, Tabanan.

Barong Macan
Sesuai dengan
namanya, Barong ini menyerupai seekor macan dan termasuk jenis barong yang
terkenal di kalangan masyarakat Bali. Dipentaskannya dengan berkeliling desa
dan adakalanya dilengkapi dengan suatu dramatari semacam Arja serta diiringi
dengan gamelan batel.

Barong Ket
Barong Ket atau
Barong Keket adalah tari Barong yang paling banyak terdapat di Bali dan paling
sering dipentaskan serta memiliki pebendaharaan gerak tari yang lengkap. Dari
wujudnya, Barong Ket ini merupakan perpaduan antara singa, macan, sapi atau
boma. Badan Barong ini dihiasi dengan ukiran-ukiran dibuat dari kulit, ditempel
kaca cermin yang berkilauan dan bulunya dibuat dari perasok (serat dari daun
sejenis tanaman mirip pandan), ijuk atau ada pula dari bulu burung gagak.
BAB III
PENUTUP
Beranjak
dari Rumusan Masalah dan Pembahasan yang telah penyusun buat, kami penyusun
dapat mengambil beberapa kesimpulan dan saran yaitu sebagai berikut:
1.3. Kesimpulan
Berdasarkan
pembahasan tersebut, terkait dengan keunikan dan keindahan Tari Barong, kami
mengambil beberapa kesimpulan, yaitu sebagai berikut:
1.3.1 Tari Barong adalah tarian khas Bali yang
berasal dari khazanah kehidupan Prahindhu yang menggambarkan pertarungan antara
kebajikan (dharma) dan kebatitan (adarma).
1.3.2 Ada beberapa jenis Tari Barong yang biasa
ditampilkan di Pulau Bali, diantaranya:
1.3.2.1 Barong Bangkal
1.3.2.2 Barong Landung
1.3.2.3 Barong Macan
1.3.2.4 Barong Ket
1.3.2.5 Barong Gajah
1.3.2.6 Barong Asu
1.3.2.7 barong Brutu dan Barong – Barongan
1.3.3 Keistemewaan Tari Barong terletak pada unsur –
unsure komedi dan unsure – unsure mitologis yang membentuk seni pertunjukan .
Juga terletak pada sumber cerita yang berasal dari tradisi Prahindu yang
meyakini Barong sebagai hewan mitologi yang menjadi pelindung kebaikan.
1.3.4 Tari Barong terbagi menjadi beberapa versi,
namun maknanya tetap sama, “kebersamaan”.
1.3.5 Alur tari Barong terbagi menjadi :
1.3.5.1
Tari barong dan keris
1.3.5.2
Gending pembukaan
1.3.5.3
Babak Pertama
1.3.5.4
Babak kedua
1.3.5.5
Babak ketiga
1.3.5.6
Babak keempat
1.3.5.7
Babak kelima
1.3.5.8
Penutup
1.3.2 Saran
Berdasarkan
pembahasan tersebut ,saran penulis terhadap Kesenian Tari Barong Bali yaitu
jangan terlalu menunjukkan adegan – adegan yang kurang baik untuk ditampilkan
,meskipun adegan itu mengundang gelak tawa, karena hal itu kurang baik untuk
anak – anak .Selain itu adegan tersebut akan mempengaruhi pembentukan pola
pikir yang tidak baik untuk perkembangan anak.
DAFTAR PUSTAKA
plapon.com/search/pengertian-tari-barong
http://img.macam – macam tari barong